ruster9
ruster9 AI Gateway Docs

Panduan Integrasi & Dokumentasi API

ruster9 sepenuhnya kompatibel dengan standar OpenAI API & Anthropic API. Gunakan base URL dan API Key Anda untuk menghubungkan ke berbagai SDK, IDE AI, atau script otomatisasi.

🔑 Kredensial Akses Gateway

Konfigurasi endpoint dasar yang digunakan di semua aplikasi dan library Anda:

Base URL (OpenAI Compatible)
https://api.ruster9.id/v1
Format API Key
sk-r9-xxxxxxxxxxxx
Cek Kuota & Portal Akun

💻 Integrasi Coding Tools

Pilih aplikasi, lalu ikuti tahapan konfigurasi endpoint dan API Key ruster9.

PowerShell (Windows 1-Line Quick Setup)

Menyetel Environment Variables permanen (OPENAI_BASE_URL, OPENAI_API_KEY) dan otomatis membuat konfigurasi untuk OpenCode & Claude Code.

$env:BASE_URL="https://api.ruster9.id/v1"; $env:API_KEY="sk-..."; irm https://ruster9.id/docs/windows.ps1 | iex

Ganti sk-... dengan API Key ruster9 Anda. Setelah dijalankan, restart terminal/PowerShell.

💳 Model Billing & Kebijakan Masa Aktif

ruster9 menyediakan tiga model penagihan fleksibel sesuai pola beban kerja aplikasi Anda:

PAYG USD (Pay-As-You-Go)

Paling Fleksibel

Bayar murni sesuai pemakaian riil per 1 juta token dengan tarif dolar yang kompetitif dan transparan.

✓ Tanpa Masa Aktif: Saldo IDR / USD tersimpan aman di dompet dan tidak pernah hangus. Terpotong otomatis hanya saat Anda melakukan request inferensi.

Paket Token Retail

Ekonomis

Beli kuota volume token besar siap pakai dengan harga terjangkau melalui QRIS dan Virtual Account.

✓ Masa Aktif 30 Hari: Dihitung sejak inferensi pertama (bukan saat transaksi). Setiap top-up baru memperpanjang masa aktif 30 hari penuh ke depan.

Paket Langganan (Subscriptions)

Beban Kerja Tinggi

Akses kuota komputasi harian atau total (R9 Units) dengan jaminan prioritas routing dan performa stabil untuk tim developer.

✓ Periode Langganan: Masa aktif sesuai durasi paket (misal 30 hari), dengan reset kuota harian otomatis setiap pukul 00:00 WIB.

⚡ Perhitungan Pemotongan Token

ruster9 menerapkan perhitungan token transparan dan adil berdasarkan komputasi model AI:

Cache termasuk prompt: (Prompt + Completion) × Multiplier
Cache terpisah: (Prompt + Completion + Cache) × Multiplier

Semua cache tetap dipotong. Gateway menyesuaikan posisi cache sesuai kontrak usage provider agar cache tidak hilang dan tidak dihitung dua kali. Sebagai contoh, pada model promo ber-multiplier 0.8x, 1.000 billable token memotong 800 token dari kuota.

🛡️ Transparansi Token & Base Context Overhead

Memahami bagaimana token LLM dihitung secara riil dan standar akuntansi di ruster9:

Mitos "1 Kata = 1 Token" pada Model AI Modern

Banyak pengguna berasumsi bahwa prompt sesingkat 1+1 hanya mengonsumsi 1 hingga 3 token. Pada kenyataannya, model LLM modern (terutama model penalaran/reasoning dan keluarga GLM), setiap permintaan dibungkus oleh instruksi format sistem yang tidak terlihat di antarmuka obrolan biasa.

Komponen pembentuk token input (prompt tokens) meliputi:

  • Chat Template Delimiter (ChatML / Jinja): Tag perpesanan khusus seperti <|im_start|>system, <|im_start|>user, dan token penutup percakapan.
  • Upstream System Prompt & Safety Guardrail: Pada model enterprise seperti GLM-4/GLM-5 (Zhipu AI) atau Claude, server model otomatis menyuntikkan arahan identitas asisten, tanggal sistem, instruksi keselamatan, dan pedoman pemformatan secara native. Injeksi ini menghasilkan baseline context overhead ~100 hingga 140 token untuk setiap sesi baru sebelum teks pengguna diproses.
  • Reasoning & Tool Schema: Model dengan kapabilitas tool-calling atau chain-of-thought otomatis menyertakan definisi skema fungsi ke dalam konteks awal.

Masalah Industri: Tokenizer Mismatch & Inflasi Kuota

Mayoritas gateway pihak ketiga (seperti agregator berbasis One API atau New API) menggunakan estimasi tokenizer tunggal tiktoken (OpenAI BPE) untuk seluruh model yang mereka layani. Ketika memproses model non-OpenAI (GLM, Qwen, DeepSeek), tokenizer OpenAI memecah karakter dan template khusus secara tidak efisien, menyebabkan token input dihitung membengkak 20% hingga 37% lebih boros di log dashboard mereka (misal: prompt yang aslinya 132 token dicatat menjadi 181 token).

Praktik ini sering dimanfaatkan untuk mengklaim harga murah di awal, namun kuota pelanggan dipotong lebih cepat melalui penggelembungkan metrik token dasar.

Standar Akuntansi ruster9: Native Pass-Through

ruster9 memegang prinsip keterbukaan data tanpa manipulasi angka dasar:

  • Native Pass-Through (Default): Gateway menangkap objek usage resmi langsung dari stream inference provider asli. Jika engine model melaporkan 132 token input dan 23 token output, angka riil tersebut yang tercatat di log tanpa mark-up fiktif.
  • Multiplier Terbuka: Biaya komputasi upstream diakomodasi melalui pengali (multiplier) resmi di katalog model, bukan dengan menggelembungkan jumlah token pengguna secara diam-diam.
  • Provider-Level Accounting: Mode prompt dapat memakai usage native atau BPE lokal. Semantik cache diatur sebagai termasuk dalam prompt, terpisah, atau tidak tersedia. Semua cache tetap dipotong sesuai kontrak provider tanpa double counting. Saat failover, aturan mengikuti provider yang benar-benar mengeksekusi request.

⏱️ Kebijakan Rate Limiting (RPM & TPM)

ruster9 menerapkan pembatasan kecepatan presisi tinggi berbasis algoritma GCRA (Generic Cell Rate Algorithm) untuk menjaga kestabilan gateway dan upstream:

Parameter Batas Standar Kapasitas Burst Laju Refill Penjelasan
RPM (Requests Per Minute) 60 req / menit 60 request 1 request tiap 1 detik Membatasi frekuensi pemanggilan API. Menangkal bot looping / spam request beruntun.
TPM (Tokens Per Minute) 500.000 token / menit 500.000 token 8.333 token per detik Membatasi total beban volume komputasi token (prompt + completion) per menit.
Concurrent Streams 2 stream simultan 2 stream aktif Instan setelah stream selesai Membatasi jumlah koneksi inferensi streaming aktif bersamaan pada satu API Key.

Prinsip Evaluasi & Skenario:

  • Evaluasi Simultan (Logika AND): RPM dan TPM diperiksa bersamaan. Jika salah satu batas terlewati, gateway mengembalikan response HTTP 429 Too Many Requests beserta header atau pesan retry_after (detik tunggu sampai kuota sel terisi kembali).
  • Skenario Prompt Besar (Kena Limit TPM): Mengirim serangkaian prompt besar secara beruntun dapat menghabiskan jatah 500.000 TPM. Request berikutnya akan ditolak sementara sampai kuota token terisi kembali (refill 8.333 token/detik), meskipun jatah RPM baru terpakai sebagian.
  • Skenario Spam Prompt Pendek (Kena Limit RPM): Mengirim 60 pesan singkat dalam 15 detik menghabiskan jatah RPM. Request ke-61 akan ditolak sementara sampai sel request terisi kembali (refill 1 detik/request), meskipun pemakaian token baru ~3.000 dari jatah 500.000 TPM.
  • Skenario Batas Concurrent Stream: Jika 2 request inferensi sedang berlangsung secara simultan pada satu API Key, koneksi ke-3 wajib menunggu hingga salah satu stream menyelesaikan output pertamanya.

Katalog Model & Status Gateway

Ketersediaan sistem, telemetri performa live 90 hari, dan katalog model AI live kini terpusat di laman status publik:

Sistem Operasional & Katalog Model Aktif

Pantau telemetri real-time 90 hari (Gateway API, Portal, Telegram, Transit Network) serta eksplorasi daftar lengkap model online dengan filter brand, multiplier harga, kapabilitas vision/reasoning, dan latensi langsung.

🔒 Keamanan & Kebijakan Zero Data Retention (ZDR)

Standar perlindungan data, kerahasiaan payload, dan kebijakan privasi di ruster9:

Kebijakan Penyimpanan Data & Privasi (ZDR Policy):

  1. Zero Payload Logging: ruster9.id tidak menyimpan, tidak merekam, dan tidak menggunakan prompt pengguna maupun teks balasan AI untuk pelatihan model (no training on user data). Seluruh pemrosesan berjalan secara in-memory streaming langsung ke upstream compute engine tanpa jejak payload di database atau disk.
  2. Operational Metadata: Data yang dicatat terbatas pada: ID Kunci API, stempel waktu (timestamp), ID Model/Provider, jumlah token (input, output, cache), latensi jaringan (ms), dan kode status HTTP guna perhitungan saldo, penagihan faktur, dan deteksi anomali jaringan.
  3. Transit Encryption: Seluruh data dalam transit dienkripsi menggunakan protokol standar industri (TLS 1.3 / HTTPS) dengan enkripsi end-to-end baik pada layer klien maupun koneksi ke upstream provider.